Articles by "Internasional"

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

   
Memorinews, Jakarta... Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, Republik Federasi Rusia kembali menegaskan perannya sebagai jembatan persahabatan antar-bangsa melalui pengumuman resmi penyelenggaraan _International Festival of Youth_ (IFY) 2026. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 17 September 2026 di kota Ekaterinburg ini, diprediksi akan menjadi magnet bagi ribuan pemimpin muda dari seluruh penjuru dunia.

Keputusan besar ini secara resmi ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin pada akhir Desember 2025, menempatkan IFY 2026 sebagai bagian integral dari proyek nasional _"Youth and Children"_. Dengan slogan inspiratif _"Follow your dream. Together with Russia"_, festival ini bertujuan menciptakan ruang dialog internasional yang terbuka dan jujur bagi generasi masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia, YM Mr. Sergei Tolchenov, kepada sejumlah media pada acara _press-briefing_ bertempat di kediaman Dubes Rusia, Jl. Karet Pedurenan No. 1, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara tersebut dirangkaikan juga dengan buka puasa bersama para staf Kedubes dengan ratusan awak media yang hadir.

Menurut Dubes Sergei Tolchenov, sebanyak 10.000 peserta dari 190 negara akan berkumpul di Ekaterinburg. Komposisinya dibagi secara proposional: 5.000 pemuda dari Rusia dan 5.000 peserta internasional, termasuk delegasi dari Indonesia yang selalu menjadi mitra strategis dalam ajang kepemudaan Rusia. Keunikan festival ini juga terletak pada keterlibatan 1.000 remaja usia 14-17 tahun, memberikan kesempatan bagi tunas-tunas muda untuk mulai membangun jejaring global sejak dini.

Festival ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga platform untuk menampilkan praktik terbaik Rusia dalam berbagai bidang inovasi, seni, dan pendidikan. Rusia ingin menunjukkan wajah aslinya sebagai negara dengan peluang tanpa batas bagi siapa pun yang berani bermimpi.

Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, yang hadir atas undangan khusus di acara itu, menyatakan dukungan penuh terhadap program inovatif Pemerintah Rusia tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemuda Indonesia dalam IFY 2026 adalah langkah strategis untuk memperluas cakrawala intelektual dan budaya.

"Saya sangat mendukung terselenggaranya _International Festival of Youth 2026_. Ini adalah bentuk diplomasi rakyat _(people-to-people diplomacy)_ yang hakiki. Pemuda kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan global; mereka harus berani tampil di panggung internasional untuk menyuarakan nilai-nilai ke-Indonesiaan sekaligus menyerap ilmu dari peradaban lain," ujar Wilson Lalengke kepada wartawan usai _press-briefing_ di tempat acara.

Tokoh pers nasional itu juga menekankan bahwa Rusia memiliki sejarah panjang dalam menghargai integritas dan kejujuran dalam persahabatan. "Rusia adalah negara yang sangat terbuka bagi mereka yang mau belajar dengan jujur. Melalui festival ini, pemuda Indonesia dapat membangun jaringan yang kokoh tanpa sekat-sekat ideologi yang kaku. Saya mendorong para pemuda di tanah air, dari Sabang sampai Merauke, untuk segera mendaftarkan diri," tambah Wilson Lalengke.

Beberapa lokasi utama yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan festival antara lain kampus Universitas Federal Ural, yang diresmikan oleh Presiden Putin pada tahun 2026 ini, dan Pusat Pameran Internasional Ekaterinburg-Expo. Selain itu, seluruh kota Ekaterinburg akan disulap menjadi “Kota Pemuda Dunia,” dengan konser, program budaya, dan festival yang tersebar di segenap ruang kota, yang memungkinkan penduduk kota untuk merasakan semangat pertukaran internasional.

Festival ini akan didukung oleh 2.000 relawan, yang direkrut secara online melalui situs Dobro.rf hingga 31 Maret 2026. Relawan akan membantu dalam logistik, akreditasi, dukungan delegasi, dan pembuatan konten. Setelah program utama, peserta asing akan bergabung dengan ekspedisi regional di 30 wilayah Rusia, dan untuk pertama kalinya, ekspedisi ke Abkhazia, untuk memperdalam pemahaman budaya dan sejarah.

Pendaftaran untuk ajang bergengsi ini telah dibuka melalui situs resmi WYF dan akan berlangsung hingga 30 April 2026. Partisipasi aktif Indonesia, yang dikoordinasikan melalui _Indonesia National Preparatory Committee_ (INPC), diharapkan dapat kembali mencatatkan sejarah sebagaimana kesuksesan delegasi Indonesia pada _World Youth Festival 2024_ di Sirius.

Bagi generasi muda, IFY 2026 adalah undangan untuk melihat dunia dengan perspektif baru. Sebagaimana pesan yang dibawa festival ini, kini adalah saatnya bagi setiap individu untuk menemukan panggilan hidupnya dan mewujudkan impian bersama masyarakat dunia yang lebih harmonis. Ekaterinburg sudah siap menyambut masa depan; pertanyaannya, siapkah pemuda Indonesia menjadi bagian darinya?

Festival Pemuda Internasional 2026 di Ekaterinburg akan menjadi tonggak sejarah dalam diplomasi pemuda global. Dengan 10.000 peserta, program yang komprehensif, dan ekspedisi inovatif, festival ini mewujudkan semangat persatuan dan kreativitas. Event dunia yang didukung oleh tokoh-tokoh internasional Indonesia seperti Wilson Lalengke ini menjanjikan inspirasi bagi generasi muda untuk mengejar impian mereka dan bekerja sama demi dunia yang lebih adil dan kooperatif. 

#TIM/Red/Rika

Memorinews, Rabat (MAROKO)... Pemerintah Maroko meluncurkan program bantuan besar bagi masyarakat yang terdampak kondisi cuaca ekstrem selama dua bulan terakhir, khususnya di dataran Gharb dan Loukkos. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung dari Raja Mohammed VI, yang menekankan pentingnya menjaga keselamatan rakyat serta memperbaiki kondisi hidup mereka.

Perdana Menteri Maroko mengeluarkan dekret yang menetapkan peristiwa cuaca ekstrem ini sebagai bencana nasional. Empat provinsi yang paling terdampak – Larache, Kénitra, Sidi Kacem, dan Sidi Slimane – dinyatakan sebagai daerah bencana. Keputusan ini menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan dan mengambil langkah regulasi yang diperlukan.

Program bantuan dan dukungan ini memiliki anggaran sebesar 3 miliar dirham. Anggaran tersebut disusun berdasarkan evaluasi mendalam mengenai dampak ekonomi dan sosial akibat cuaca ekstrem. Program ini mencakup beberapa fokus utama.

Pertama, bantuan perumahan dan pemulihan ekonomi. Program ini mencakup rehabilitasi rumah dan usaha kecil yang terdampak, rekonstruksi rumah yang roboh, dan bantuan atas kehilangan pendapatan. Total anggaran yang disediakan sebesar 775 juta dirham.

Kedua, bantuan darurat dan kebutuhan pokok. Bantuan diberikan kepada seluruh warga terdampak dalam bentuk barang. Hal ini merupakan bentuk upaya penguatan intervensi darurat di lapangan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Total anggaran: 225 juta dirham.

Ketiga, dukungan bagi petani dan peternak. Bantuan khusus ini diperuntukan bagi sektor pertanian dan peternakan yang mengalami kerugian besar. Total anggarannya sebesar 300 juta dirham.

Berikutnya adalah bantuan dana di bidang investasi infrastruktur. Program itu berbentuk rehabilitasi jalan dan infrastruktur hidro-pertanian. Juga perbaikan jaringan dasar yang rusak akibat banjir. Total anggaran untuk program nomor empat ini lebih besar dari yang lain, yakni mencapai 1,7 miliar dirham.

Raja Maroko, King Mohammed VI, menekankan agar program ini dijalankan secara cepat, bertanggung jawab, dan menjadi teladan bagi semua. Tujuannya adalah agar warga di daerah terdampak segera kembali pada kondisi hidup normal. Pemerintah diminta memastikan setiap langkah berjalan efektif dan tepat sasaran.

Cuaca ekstrem yang melanda Maroko telah menyebabkan banjir di lebih dari 110.000 hektare lahan. Akibatnya, hampir 188.000 orang di provinsi Larache, Kénitra, Sidi Kacem, dan Sidi Slimane harus mengungsi. Kerusakan infrastruktur, hilangnya mata pencaharian, serta terganggunya kehidupan sosial-ekonomi menjadi tantangan besar yang kini dihadapi pemerintah.

Program bantuan senilai 3 miliar dirham ini menjadi langkah nyata pemerintah Maroko dalam menanggapi bencana cuaca ekstrem. Dengan arahan langsung Raja Mohammed VI, diharapkan masyarakat terdampak segera memperoleh kembali rasa aman, akses terhadap kebutuhan dasar, serta peluang untuk membangun kembali kehidupan mereka. 

#PERSISMA/Red/Rika

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.